Seperti dilaporkan Reuters, Senin (28/9/2015), Faurecia menugasi para ahli dari lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, untuk mengembangkan teknologi input data. Caranya, dengan memasang sejumlah sensor di permukaan jok yang sensornya mendeteksi kondisi orang yang duduk di atas jok melalui kulit mereka.
Sementara, sensor tersebut dibuat secara khusus oleh perusahaan alat medis, Hoana Medical. Jok pintar yang dinamai Active Wellness, itu juga mampu mendeteksi kondisi kesehatan pengemudi mobil atau orang yang duduk di atas jok tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data algortima dari sensor akan diterima dan diolah secara cepat. Informasi tentang detak jantung dan pernapasan pengemudi atau orang yang duduk di atas jok itu, akan ditampilkan di layar sentuh. Berdasar data itulah, sistem akan memberi tawaran kepada pengemudi untuk melakukan pijat atau tidak.
Jika pengemudi itu menginginkannya, maka cukup menekan tanda pilihan di menu yang tertera di layar. Setelah itu, jok pun akan memberikan reaksi untuk memberi kenyamanan kepada mereka yang duduk di atasnya. Caranya, mereka akan mendapatkan pijatan untuk relaksasi agar tingkat stres mengendur.
βJika lemas, Anda akan mendapatkan tingkat pijatan yang kuat," ujar Biedermann.
Para ahli dari Faurecia yang menggandeng ahli dari Spine Research Institute Ohio State University dan NASA itu bermaksud agar pengemudi kembali mendapatkan kesegaran setelah melakukan perjalanan jauh. Mereka diharapkan segar seperti saat akan masuk ke mobil.
Rencananya, jok pintar itu mulai dipasarkan pada 2020 mendatang. Kini para ahli tengah berusaha keras untuk melakukan penyempurnaan
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?