Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat menyatakan akan memperketat proses dan metode uji emisi kendaraan baru menyusul skandal uji emisi mobil bermesin diesel Volkswagen (VW). Hanya, cara apa saja yang bakal memperketat uji tersebut, lembaga itu masih merahasiakannya.
Pernyataan EPA yang dilansir Auto Guide, Senin (28/9/2015) menyebut pihaknya akan menambahkan lebih banyak proses dan metode pengujian. Meski tak disebutkan perangkat yang bakal digunakan, namun dengan perangkat dan metode baru itu bakal mampu menangkal kecurangan yang dilakukan dengan cara menambahkan perangkat lunak seperti yang terjadi sebelumnya.
Bahkan metode pengujian di jalan – yang selama ini hanya untuk menguji tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar mobil berdasar jarak tempuh – juga akan dijadikan indikator utama mengetahui tingkat emisi yang dihasilkan mobil. Caranya pun berbeda dengan yang telah dilakukan selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung mobil VW, lembaga itu menegaskan bahwa mobil VW yang dilengkapi mesin disel TDI 2.000 cc belum disetujui untuk dijual. EPA masih akan memastikan lagi tingkat emisi mobil tersebut.
Selama ini EPA menjadi lembaga rujukan bagi industri otomotif dan konsumen tentang seberapa besar tingkat emisi gas CO yang dihasilkan mobil baru sebelum dipasarkan. Hasil uji lembaga itu juga menjadi ukuran apakah emisi mobil tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau tidak.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?