Seperti dilaporkan Indianautosblog, Jumat (25/9/2015), akibat skandal manipulasi itu sedikitnya 11 juta mobil VW bakal terkena dampak. Menteri Industri Berat India, Rajan Katoch telah meminta ARAI untuk memeriksa perangkat lunak di mobil VW yang dikabarkan menjadi akar biang dari skandal tersebut.
Awal pekan ini, VW terbukti telah menginstal sebuah program perangkat lunak pada jenis mesin diesel EA189 yang dipasarkan di Amerika. Perangkat yang dipasang pada Electronic Control Modul itu bisa mendeteksi saat mobil menjalani tes emisi, sehingga tingkat emisi dan konsumsi bahan bakar mobil akan terlihat lebih rendah. Padahal, faktanya, tingkat tersebut tak seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis (24/9/2015) kemarin, Menteri Transportasi Jerman, Alexander Dobrindt, telah mengkonformasi bahwa mpobil bermesin diesel 1.600 dan 2.000 cc yang dijual VW di Eropa bakal terkena dampak skandal tersebut.
Bahkan, akibat kegaduhan tersebut, Chief Executive Officer VW, Martin Winterkorn, mengajukan pengunduran diri dan diterima oleh dewan pengawas pabrikan tersebut. Tugas Winterkorn untuk sementara diambil alih oleh CEO Porsche, Matthias Muller.
(arf/rgr)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk