Meski demikian MINI tidak mau terburu-buru mengambil langkah. Bahkan MINI lebih baik mengambil sikap untuk bersabar, sebelum take over alias banting setir menjalankan rencana besar mereka di Indonesia.
"Dolar yang terus meninggi tidak berarti kami akan memberikan diskon berlebih atau mengurangi harga (sebagai stategi MINI-Red). Kami akan memilih untuk menunggu, dan kami mencoba untuk bertahan, dan kami akan memberikan yang terbaik untuk konsumen," kata Representative of MINI Indonesia, Anna Hemmer, di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjualan Indonesia termasuk bagus, posisi di ASEAN itu 3 besar lah. Tahun lalu Thailand di posisi pertama dengan pencapaian 700 unit, kedua Malaysia sebanyak 600 unit, baru Indonesia sebanyak 500 unit. Penjualan Indonesia masih lebih baik dibandingkan Singapura dan India," katanya.
(lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM