Jakarta - Permintaan akan unit yang kian menurun saat ini, menjadi kekhawatiran tersendiri buat pelaku industri otomotif Indonesia. Meski begitu, Suzuki menegaskan kalau di pabriknya tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Tidak ada pengurangan tenaga kerja, begitu juga dengan pengurangan shift kerja," ujar Deputy 4W Managing Director PT SIS, Davy J. Tuilan, di Sunter Jakarta Utara, Senin (14/9/2015).
Namun Davy mengakui Suzuki sudah mulai mengurangi output pekerja. "Tapi kami memperlambat jam kerja para karyawan, misalnya kalau biasanya setiap 3 menit keluar satu mobil, sekarang 6 menit baru keluar satu mobil," kata Davy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi hanya ritmenya saja yang kami perlambat, lalu yang tadinya ada lembur kerja sekarang tidak ada lembur. Nah pabrik kita yang di Tambun ini ritmenya masih terlalu cepat, dan kita sedang pikirkan untuk memperlambatnya. Tapi mereka tetap kerja 8 jam sehari," tambahnya.
(lth/ddn)
Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!