Prestasi Mentereng Mahasiswa Indonesia di Balap Formula

Prestasi Mentereng Mahasiswa Indonesia di Balap Formula

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Senin, 07 Sep 2015 10:56 WIB
Prestasi Mentereng Mahasiswa Indonesia di Balap Formula
Shizuoka - Tim mahasiswa Indonesia meraih prestasi yang cukup membanggakan di lomba formula mahasiswa di Jepang. Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendapatkan peringkat 28 dan Sapu Angin ITS (Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya) berada di peringkat 49 dari jumlah total 93 tim yang berasal dari berbagai negara.

Pada balapan yang digelar di Shizuoka dari 1-5 September 2015, Tim UNY mendapat peringkat bagus dalam hal efisiensi. Tim UNY mendapat peringkat 5 dari total 93 peserta.

Peringkat 5 efisiensi merupakan capaian yang luar biasa mengingat perjuangan yang cukup dramatis untuk bisa menyelesaikan race, karena seperti dikabarkan sebelumnya, mobil sempat mati menjelang 25 meter garis finish.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, tim mobil yang berada di bawah asuhan Zainal Arifin, Moch. Solikin, dan Sutopo, berhasil menduduki runner-up dalam kategori best rookie. Best rookie adalah kategori yang diberikan kepada pendatang baru di ajang Student Formula Japan ini.

Best rookie dalam ajag SFJ 2015 ini diperoleh tim dari Austria TUG (Graz University), tim mobil formula yang menjadi juara umum di kompetisi SAE di Michigan tahun ini.

β€œKita bukan mengejar pencapaian kuantitatif tapi lebih dari itu. Ibarat kata, saingan yang kita hadapi adalah gajah sedangkan kita bukan apa-apa. Ini adalah awal yang baik. Ini merupakan capaian luar biasa untuk kita yang merupakan tim baru,” ujar Rektor UNY Rochmat
Wahab, dalam siaran pers Tim UNY, Senin (7/9/2015).

Rochmat Wahab berjanji akan memfasilitasi untuk mengadakan workshop dengan mendatangkan Claude Roulle seorang senior di FSAE internasional. Pada hari ke 4 kompetisi, Roulle berkenan untuk mendatangi paddock GURT dan memberikan banyak masukan terkait kompetisi FSAE dan pembuatan mobil.

β€œPaparan yang diberikan Roulle seperti kita kuliah satu semester, padahal dia hanya bicara kurang lebih satu jam. Saya sangat terkesan sekali dan ingin belajar lagi darinya. Ini memberikan semangat untuk bisa memberikan yang lebih baik pada kompetisi tahun depan,” ujar Widhihastu Dharma Setiawan, Automotive designer GURT.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads