Seperti dilaporkan Reuters, setidaknya ada lebih dari 5 juta mobil menggunakan fitur keyless ignition. Fitur ini sebenarnya dimaksudkan untuk membuat konsumen nyaman karena untuk membuka mobil tidak perlu memutar anak kunci, cukup simpan kunci di saku, membuka pintu tinggal pencet tombol di pintu atau menyalakan mobil tinggal pencet tombol di dashboard.
Menurut gugatan yang diajukan di pengadilan federal di Los Angeles, gas karbon monoksida tersebut keluar saat pengemudi meninggalkan mobil dengan keyakinan mobil akan mati secara otomatis begitu mereka keluar dari kendaraan. Padahal ternyata tidak, mesin mobil tetap menyala terus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kesepuluh pabrikkan yang digugat ialah BMW dan MINI-nya, Mercedes-Benz, Fiat Chrysler, Ford Motor Co, General Motors, Honda-Acura.
Hyundai dan Kia, Nissan dan Infiniti, Toyota dan Lexus serta Volkswagen dan Bentley, juga termasuk ke dalam daftar tergugat.
Gugatan itu menyebutkan, 10 pabrikan itu sudah mengetahui risiko keyless ignition, namun mereka dituding menyebarkan marketing yang salah dengan menyebutkan mobil aman.
"Sebenarnya para pabrikan mobil sudah tahu dengan konsekuensi keracunan karbon monoksida berbahaya, dengan kendaraan keyless ignition yang tidak bisa mati secara otomatis,β demikian isi gugatan itu.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!