Tiga peserta GT Academy 2015 asal Indonesia yang tereliminasi yakni Datu Yogabrata, Ferson, dan Kreshna Agusta Mulya. Tes fisik dan kemampuan manuver dalam menyetir diakui mereka jadi tantangan berat.
Datu dan Ferson tersisih di tahap GT Ninja, semacam tes ketahanan fisik layaknya Ninja Warrior.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Datu mengaku kesulitan di tes ini. "Iya, badan sudah mulai berat. Tesnya sulit, karena persiapannya juga kurang maksimal, padahal sudah rutin fitness, tapi memang sulit," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ferson. Dirinya gagal di GT Ninja. Sementara, Kreshna berhasil melewati GT Ninja, namun gagal di uji Gymkhana.
"Jadi ini test manuver nyetir, ada drifting, slalom, berliku-liku. Awalnya saya berhasil, namun gagal pas terakhir, saat bikin putaran melingkar seperti donat," katanya.
6 kontestan asal Indonesia sudah tiba di Silverstone, Inggris pada 13 Agustus 2015. Sejak tiba, mereka sudah menjalani beberapa tes, mulai dari kesehatan, attitude dan fisik. Di salah satu tes, yakni tes reaksi, tim Indonesia meraih poin tertinggi yang dilakukan oleh Datu.
Kini tinggal tiga orang yang mewakili Indonesia, yakni Andika Rama Maulana, Raira Bhaskara, dan Pradana Yogatama. Ketiganya akan bersaing dengan peserta dari Filipina, Thailand, India, dan Jepang. Masih tersisa beberapa tes dan balapan yang harus dilalui tim Indonesia.
"Yang penting untuk anak-anak yang sudah out, mereka tetap harus semangat. Karena mereka juga sudah punya pengalaman balap. Karena ini benar-benar shortcut, dari gamers bisa lompat langsung seperti pebalap profesional," ujar mentor Tim Indonesia, Hemis Daud.
Sanggupkah 3 kontestan dari Indonesia menjadi pemenang GT Academy dan berkesempatan menjadi pebalap Nissan di berbagai kejuaraan dunia?
(rjo/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk