Menurut Ketua Umum AIKI, Tommy R. Dwiandana, keputusan pemerintah ini masih perlu diperhitungkan kembali. Apalagi, kata dia, dua bulan lalu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan signifikansi pemasukan dari sektor pajak khususnya dari impor.
"Nah sekarang tiba-tiba mereka (pemerintah) coba membatasi dengan salah satu alasannya adalah ketergantungan belanja dengan US dolar. Jadi ini tidak sinkron dengan pas yang dimaksud oleh Pak Jokowi sebagai pemimpin dari pemerintah yang berharap signifikansi pemasukan dari sektor pajak khususnya impor," komentar Tommy kepada detikOto melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya adalah jangan membebani penjualan yang sekarang lagi meriang, malah tambah sakit. Padahal kuartal 3 atau 4 itu 'dagingnya' (titik balik penjualan) para IU dan pedagang mobil lainnya. Tahun ini sedang mengalami stres penjualan, koreksi penjualan banyak sekali. Jadi, menstimulasinya salah menurut saya. Jadi jangan membebani yang sudah mengalami stres," tegasnya.
(rgr/arf)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu