Jumat, 24 Jul 2015 17:54 WIB

Beli Mobil Bekas Bisa Kurangi Kemacetan?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Jakarta - Meski pasar lesu, jumlah mobil baru yang terjual di pasaran Indonesia sudah mencapai lebih dari 500.000 unit tahun ini. Besarnya penjualan mobil baru per tahun dalam satu dekade terakhir berakibat semakin parahnya kemacetan di kota-kota besar yang menyumbang angka pembelian mobil baru terbesar.

Data Gaikindo mencatat paruh pertama tahun 2015, total ada 525.458 unit mobil baru (wholesales) dan di pasar ritel 526.737 unit.

Di Jakarta saja hingga Juni 2015, tercatat 2,2 juta mobil dan 6,1 juta sepeda motor terdaftar yang beredar di jalanan.

Menyadari hal tersebut, pemerintah DKI Jakarta telah mencoba beberapa strategi agar kemacetan di Jakarta tidak semakin parah, mulai dari menggenjot pembangunan fisik jalan layang di beberapa ruas titik strategis, memperbaiki kualitas dan kuantitas angkutan umum, hingga wacana untuk membatasi peredaran kendaraan pribadi yang berusia lebih dari 10 tahun yang masih menjadi pro kontra.

Situs jual beli kendaraan, Carmudi, pun memberikan pendapat mereka untuk mengurangi kemacetan.

“Beli saja mobil bekas. Carmudi berkeyakinan membeli mobil bekas merupakan langkah bijak dilakukan saat ini. Membeli mobil bekas yang berusia satu tahun, harganya lebih murah 20% hingga 25% dibandingkan membeli mobil baru jenis yang sama dengan kualitas yang tidak jauh berbeda. Depresiasi harga mobil bekas lebih kecil dibandingkan mobil baru sehingga membeli mobil bekas jauh lebih menguntungkan dibandingkan membeli mobil baru. Apalagi di pasaran mobil bekas, banyak mobil baru dipakai 1 hingga 2 tahun dengan kualitas bagus sudah dijual oleh pemiliknya,” ujar Managing Director Carmudi Indonesia Wouter van der Kolk dalam siaran pers, Jumat (24/7/2015).

Wouter lebih lanjut menjelaskan bahwa dengan membeli mobil bekas, kita sebenarnya membantu tidak menambah jumlah mobil terdaftar yang beredar di jalanan Ibukota.

“Jumlah mobil terdaftar di Jabodetabek sebesar 2,2 juta unit itu merupakan angka yang besar. Apabila kita terus menerus membeli mobil-mobil baru, jumlah tersebut akan terus membengkak dan jalanan Jakarta akan semakin macet. Dengan membeli mobil bekas, kita membantu menekan jumlah peredaran mobil terdaftar di jalanan sehingga kemacetan bisa diminimalisir,” begitu penjelasannya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, rata-rata usia pakai mobil baru di Indonesia sebelum dijual adalah 4 hingga 5 tahun.

“Dengan membeli mobil bekas berkualitas bagus, pembeli mendapat dua keuntungan yakni membantu menekan jumlah mobil di jalanan sehingga tingkat kemacetan tidak bertambah dan mendapat mobil dengan kualitas tidak jauh berbeda dengan harga lebih minim. Untuk mendapatkan keuntungan ini, pembeli dapat beranjak ke diler untuk melihat langsung kendaraan yang diinginkan dengan membawa teknisi apabila diperlukan,” tutupnya.



(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com