Hal tersebut seperti diungkapkan Menteri Perindustrian Saleh Husin, usai bertemu petinggi Sokonindo Automobile di sela-sela acara Halal bi Halal di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/7/2015).
"Tadi ada yang baru datang akan memproduksi pada November, yaitu produksi otomotif, mobil," tutur Saleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Komisaris Sokonindo Automobil Alexander Barus mengatakan, pabrik ini berlokasi di bekas pabrik motor Sanex, yang kini sudah tidak diproduksi lagi. Gedung pabrik tersebut dibuat bertingkat untuk mengakomodiasi kapasitas produksi mobil Sokon nantinya.
"Kita jadi produksi di area itu. Karena sanex itu kecil jadi dibuat 4 tingkat. Semua perizinan sudah selesai. Sekarang tahap pembangunan. November nanti commissioning, trial," kata Alex.
Perusahaan ini menggelontorkan investasi sekitar US$ 150 juta atau setara Rp 1,65 triliun untuk merealisasikan investasinya tersebut. Tahap awal, pabrik ini akan merakit produk Sokon. Artinya 100% bahan baku mobil diimpor dari China, kemudian dirakit di Indonesia.
"Investasinya sekitar US$ 150 juta," tutup Alex.
Sokon akan melengkapi produk-produk mobil China yang sudah masuk terlebih dahulu seperti Foton, Geely, Chery, Changan dan Great Wall serta Wuling yang bekerja sama dengan General Motors.
(zul/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus