Penjualan Melorot, Audi Lengserkan Bos di China

Penjualan Melorot, Audi Lengserkan Bos di China

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 23 Jul 2015 12:10 WIB
Penjualan Melorot, Audi Lengserkan Bos di China
REUTERS
Beijing -

Anak perusahaan Volkswagen, Audi, mengganti Kepala Audi wilayah China menyusul terus melorotnya penjualan di Negeri Tirai Bambu itu. Maklum, selama ini, negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu merupakan pasar utama bagi Audi.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (23/7/2015), Dietmar Voggenreiter – nama Kepala Audi di China itu – memimpin Audi di negara itu sejak 2009 lalu. Selanjutnya, dia akan digantikan oleh Joachim Wedler, mulai akhir tahun ini.

Sebelumnya, Audi mematok target penjualan di China sebanyak 600.000 unit sepanjang tahun ini. Namun, faktanya, sejak Januari hingga Juni lalu atau di semester pertama, penjualan merosot. Bahkan sepanjang Juni saja, penjualan melorot hingga 5,8 persen dibanding periode yang sama 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, pabrikan yang berkantor pusat di Ingolstadt, Jerman, itu merancang ulang strategi penjualannya. Audi akan melakukan update target penjualannya dan akan diumumkan pada 30 Juli nanti.

Penjualan Audi yang saat ini tercatat sebagai merek mewah terlaris di China, dan menjadi penyumbang keuntungan terbesar VW Group diprediksi bakal melambat di tahun-tahun mendatang.

Lembaga riset otomotif IHS Automotive misalnya, meramalkan penjualan Audi bakal melambat di tahun-tahun mendatang. Meski begitu, permintaan model pabrikan ini masih lebih tinggi ketimbang model buatan produsen asal Jerman lainnya seperti BMW dan Daimler (Mercedes-Benz).

Menurut lembaga itu, setelah penjualan Audi meroket hingga 147 persen atau menjadi 580.000 unit pada kurun waktu 2010 – 2014, pertumbuhannya mengkerut hingga 25 persen pada 2014 – 2020.Β 

Sementara penjualan BMW diperkirakan merosot 31 persen, dan Mercedes 65 persen.

Dengan prediksi penurunan sebesar itu, maka penjualan Audi pada 2020 masih bertengger pada volume 725.000 unit dan penjualan BMW sebanyak 579.000 unit. Sedangkan Mercedes diperkirakan hanya melego 458.000 unit.

Namun, soal penggantian kepala operasional di China, Audi membantah keras bahwa penggantian itu terkait dengan kinerja penjualan. Soalnya, Voggenreiter, akan kembali ke Audi Jerman.

"Itu (pendapat yang mengaitkan dengan kinerja penjualan) sama sekali tidak berdasar," kata juru bicara Audi.

(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads