Lamborghini dikabarkan akan menghentikan sementara model hybrid andalannya, Asterion. Langkah itu dilakukan agar konsentrasi menggarap varian Sport Utility Vehicle (SUV) Lamborghini Urus tak terpecah dan mobil itu siap bersaing dengan SUV baru lainnya.
Seperti dilaporkan Inautonews, Selasa (21/7/2015), Asterion yang merupakan pesaing terberat dari Porsche 918 Spyder, Ferrari LaFerrari, dan McLaren P1 itu pertamakali diperkenalkan di ajang Paris Motor Show 2014. Setelah itu, konsep tersebut menunggu jadwal produksi.
Memang, kebijakan tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pabrikan yang bermarkas di Santa Agata, Bologna, Italia, itu. Namun, sejumlah sumber yang mengetahui persis tentang rencana produksi Urus telah membenarkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil ini akan diproduksi di Italia. Bahkan pemerintah Negeri Pizza itu melalui Perdana Menteri Matteo Renzi telah menyatakan dukungannya dengan memberikan potongan pajak dan tunjangan lainnya senilai 100 juta euro atau sekitar Rp 1,45 triliun, dengan maksud agar produksi SUV tersebut dilakukan di dalam negeri.
(arf/arf)










































