Kamis, 09 Jul 2015 14:26 WIB

5 Faktor Pendongkrak Tata Motors di Indonesia

Arif Arianto - detikOto
Jakarta - Meski tercatat sebagai pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, namun pabrikan asal India yakni Tata Motors mengaku yakin bisa eksis dan berkembang besar sejajar atau bahkan melebihi merek-merek lain yang telah malang melintang di pasar.

Setidaknya ada lima hal yang membuat Agen Pemegang Merek (APM) Tata Motors di Indonesia yakin. Apa saja?

“Yang pertama tentu saja, apa yang telah kami capai sejak beroperasi di Indonesia pada September 2013 lalu. Hingga Juni lalu, kami sudah berhasil menjual 1.785 unit mobil. Tentu ini sebuah prestasi bagi kami yang harus dari nol membangun brand awareness di masyarakat Indonesia,” papar Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta di Jakarta.

Faktor kedua yang membuat TMDI yakin adalah, potensi pasar Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan. Menurutnya, tingkat kepemilikan mobil di masyarakat Indonesia rasionya masih relatif kecil.

“Sementara, sejalan dengan dinamika ekonomi Indonesia, masyarakat yang meningkat statusnya dari belum memiliki mobil dan berpotensi memiliki mobil juga bertambah. Memang, saat ini pasar sedang lesu karena ekonomi Indonesia berkontraksi, tapi itu wajar. Ekonomi bisa naik turun di negara mana saja, tapi kami yakin akan kembali membaik,” kata Biswadev.

Faktor lainnya, lanjut Biswadev adalah, harga kendaraan bermotor buatan pabrikan asal India itu relatif lebih murah ketimbang kendaraan sejenis dan sekelas dari merek lain.

“Kendaraan kami bukan kendaraan murah, tetapi harganya sangat terjangkau. Ingat, bukan mobil murah tetapi harganya terjangkau. Dan itu lebih kompetitif jika dibanding merek lain. Ini yang membuat orang meliriknya,” ucapnya.

Selain itu, TMDI mengklaim biaya operasional termasuk perawatan mobil buatan Tata Motors jauh lebih murah. Bahkan biaya operasional kendaraan niaga seperti Tata Ace dan Super Ace diklaim 50 persen lebih murah.

Murahnya ongkos tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli yang umumnya pebisnis kategori kecil dan menengah.

“Karena mereka bisa menyisihkan keuntungan lebiha banyak, karena biaya perawatan dan operasional yang murah itu. Karena bagaimana pun yang namanya orang usaha adalah ingin berkembang bisnisnya,” ujarnya.

Faktor kelima, perlembangan jaringan TMDI di Indonesia yang relatif cepat. Hingga saat ini sudah terbangun 16 diler dan 60 jaringan workshop tersertifikasi untuk memberikan layanan purna jual. Perkembangan tersebut diyakini bisa menumbuhkan kepercayaan kepada konsumen Indonesia.



(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com