Media Test merupakan ujian bagi peserta dalam melakukan sesi wawancara dengan kalangan media. Sementara Driving Challenge menguji kemampuan nyetir para peserta di Sirkuit Sentul.
Pada tahapan kualifikasi sebelumnya, para peserta diharuskan memenangi persaingan dalam Gaming Challenge, dan Fitness Test untuk menguji kemampuan fisik mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disampaikan, M Pandu Wicaksono (29), bekerja di perusahaan IT.
"Kekurangan saya dibandingkan kontestan lain saya mungkin lebih tua, sehingga saya harus mensiapkan fisik lebih untuk bersaing dengan yang lebih muda. Tapi saya lebih beruntung, karena saya lebih berpengalaman. Dan Saya akan melakukan yang terbaik dalam kompetisi ini," ujar Pandu.
Tidak sampai disitu, setelah melakukan pengujian Media Test, para peserta Nissan GT Academy juga akan mendapatkan Coaching Clinic berkendara, sebelum melakukan test Driving Challenge di sirkuit Sentul kecil.
Seluruh peserta Nissan GT Academy dari Indonesia memang dipersiapkan sedemikian rupa, sebelum langsung mendapatkan pelajaran berharga dengan mendapatkan ilmu berkendara di sirkuit dari pebalap Formula One.
Setelah lolos di Indonesia, juara GT Academy akan dikirim ke Inggris selama tiga bulan sebelum melakoni kompetisi lanjutan tingkat kawasan Asia yang diikuti para juara dari Filipina, Thailand, India, Indonesia, dan Jepang.
Hmm, siapa ya kira-kira 6 peserta Nissan GT Academy dari Indonesia yang bertarung di Inggris ya? Tetap pantau detikOto ya Otolovers.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua
Cara Malaysia Kurangi Mobil Tua: Kasih 'Duit' buat Ganti Mobil Baru