Minggu, 31 Mei 2015 16:28 WIB

Meski Pasar Menurun, Pangsa Pasar Daihatsu Masih Naik

Arif Arianto - detikOto
Ubud - PT Astra Daihatsu Motor meyakini model Daihatsu masih mendapatkan tempat di hati konsumen meski di tengah pasar otomotif nasional yang tengah muram. Optimisme itu didasari fakta, meski penjualan mobil secara nasional turun termasuk merek Daihatsu, namun porsi pangsa pasar merek ini justru mengalami peningkatan.

"Sepanjang Januari hingga April lalu penjualan kami memang turun, tapi market share kami masih naik. Untuk wholesales naik dari 15,4 persen menjadi 16,5 persen, dan ritel dari 15,4 persen menjadi 16,2 persen," papar Marketing Director PT ADM, Amelia Tjandra saat ditemui di Ubud, Bali.

Amelia merasa bersyukur lagi karena selama ini pihaknya hanya memiliki tujuh model saja. Jumlah itu relatif kecil dibanding merek lain yang jumlahnya jauh lebih banyak. Dia meyakini tren postif penguasaan pasar atau kontribusi Daihatsu terhadap pasar mobil nasional akan terus bertumbuh.

"Mudah-mudahan seperti itu, karena Mei ini kita perkirakan juga masih bagus," ucapnya tanpa menyebut angka karena masih dalam proses pelporan dari seluruh diler.

Penjualan terbesar Daihatsu secara wholesales, kata Amelia, dibukukan oleh Gran Max yang mencapai 28.525 unit atau sekitar 47,5 persen dari total penjualan wholesales.

Penumbang penjualan terbesar lainnya adalah Daihatsu Xenia yang sekitar 20,5 persen, dan citycar Daihatsu Ayla. Penyerapan Daihatsu Gran Max baik pikap maupun MPV yang cukup banyak oleh segmen korporat atau market fleet.

"Terbanyak adalah pabrik rokok sebagai armada distribusi produk mereka," ujar Amelia.

Mengenai pasar yang masih lemot, Amelia optimistis bakal menggeliat pada semester kedua tahun ini. Soalnya, pada sat itu anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya telah turun. Begitu pun dengan sektor swasta.

Jika itu terjadi, lanjut Amelia, maka sektor lain terutama sektor konsumsi baik rumah tangga maupun lembaga juga akan tertarik ke pusaran gerak ekonomi.

Walhasil, pertumbuhan ekonomi nasional juga akan bergerak lebih cepat. Kemudian daya beli masyarakat juga menguat.

Jika daya beli menguat maka permintaan akan muncul, dan dengan adanya permintaan maka perusahaan atau lembaga juga akan dinamis, dan ujung-ujungnya konsumsi nasional di semua sektor juga akan menggeliat.

Muaranya, permintaan terhadap jasa dan barang termauk mobil juga akan terjadi.



(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com