Perjalanan Etape II: Trek Berliku dan Bersaing dengan Truk

Catatan Datsun Risers Expedition

Perjalanan Etape II: Trek Berliku dan Bersaing dengan Truk

Ray Jordan - detikOto
Kamis, 28 Mei 2015 15:00 WIB
Perjalanan Etape II: Trek Berliku dan Bersaing dengan Truk
Semarang - Etape II Datsun Risers Expedition (DRE) dengan rute dari Cirebon-Semarang, telah usai. Para risers (penjelajah) berhasil menuntaskan etape ini dengan baik dan selamat. Bagaimana perjalanannya?

Etape II dimulai dari Cirebon, Senin (25/5) dan berakhir di Semarang, Rabu (26/5). Dalam sehari, para risers bisa menempuh perjalanan lebih kurang 7 jam. Ada beberapa tahapan dalam etape ini, seperti apa saja?

1. Cirebon-Cilacap, Wisata Sejarah

Perjalanan yang dimulai dari Cirebon, Senin (25/5). Para risers merupakan wajah baru dari etape sebelumnya. Total ada 15 risers yang dipecah menjadi 5 tim, masing-masing tim beranggotakan 3 orang.

Para risers ini juga merupakan hasil acak dari Datsun Indonesia. Mereka belum pernah bertemu dan mengenal.

Ada 5 mobil Datsun GO+ yang digunakan para risers. Pukul 07.30 WIB, risers mulai tancap gas dari diler Nissan Datsun Kedawung, Cirebon, yang dilepas langsung oleh Marketing Communication Datsun Indonesia Afif K Akbar.

DetikOto yang ikut dalam perjalanan, ikut merasakan sensasi touring yang total diikuti 14 unit mobil Datsun ini. Perjalanan menuju Cilacap ini pun berjalan mulus, namun harus bersaing dengan sepeda motor dan mobil truk.

Rombongan yang dipimpin oleh Road Captain (RC) Haris Pasaribu ini saling berkomunikasi lewat handy talkie (HT) selama perjalanan yang melewati berbaga kota seperti Brebes dan Tegal.

"Ini pengalaman pertama ikut touring. Sempat kaget, tapi seru," ucap salah seorang lady risers, Pramithasari.

Sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan tiba di Cilacap dan langsung mengunjung Benteng Pendem, lokasi wisata bekas peninggalan penjajaan Belanda. Malam harinya risers beristirahat di hotel untuk persiapan perjalanan selanjutnya.

2. Cilacap-Yogyakarta, Jalur Berliku dan Menanjak

Setelah beristirahat selama satu malam di salah satu hotel di Cilacap, para risers pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, diawali dengan pengecekan Datsun GO+ yang digunakan, pemanasan dan doa bersama.

Selama perjalanan menuju Yogyakarta, risers masih harus bersaing dengan kendaraan besar seperti truk dan bus. Namun, para risers juga dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Rombongan melewati perkampungan warga, hutan, sawah dengan latar belakang gunung.

"Pemandangannya luar biasa. Indah banget," kata salah seorang risers.

Hamparan berwarna hijau selama perjalanan menyejukkan mata. Belum lagi saat memasuki wilayah Kabupaten Kebumen. Risers langsung disambut dengan pemandangan hutan nak sejuk. Lebih bagusnya lagi, sebelah kanan kawasan hutan lindung itu langsung berbatasan dengan garis Pantai Ayah atau disebut juga Pantai Logending.

"Ini keren banget," kata salah seorang risers lewat HT.

Namun, pemandangan itu harus dibayar dengan usaha risers menakklukkan jalur yang berbelok dan terjal. Di beberapa titik risers harus menanjak dan menurun cukup curam.

"Hati-hati risers, jalur terjal. Tetap waspada," ucap RC lewat HT.

Selepas melewati jalur menantang itu, risers akhirnya menemukan jalur lurus menuju Yogyakarta. "Selamat datang di Jogja Istimewa," ucap RC Haris Pasaribu.

Perjalanan ditempuh lebih kurang selama 6 jam. Saat di Yogyakarta, risers menginap do hotel HOM yang tak jauh dari pusat kota. Mulai terlihat wajah lelah para risers, namun mereka tetap semangat.

"Seru perjalananannya. Datsun tangguh juga di jalur berliku dan menanjak," ujar salah seorang Risers, Hamzah.

3. Yogyakarta-Semarang, CSR dan Wisata ke Museum Merapi

Memasuki hari ketiga, risers masih tetap bersemangat untuk melanjutkan perjalan. Dari Yogyakarta, risers akan bertolak menuju Kota Semarang, Jawa Tengah.

Perjalanan dimulai sedikit siang dari hari-hari sebelumnya. Setelah sarapan dan melakukan pemanasan, Rabu (26/5) pukul 10.00 WIB, risers mulai bergerak.

Titik awal yang dituju adalah Rumah Baca Ahad di Kampung Gedongan, Yogyakarta. Di lokasi ini Datsun Indonesia melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membagikan buku bacaan bagi anak-anak di sana.

Risers berinteraksi dengan anak-anak Rumah Baca Ahad sambil menceritakan pengalaman mereka saat di perjalanan.

"Di jalan banyak mobil truk, sepeda motor, terus jalannya berbelok-belok, tapi akhirnya kakak bisa sampai di sini dengan selamat," ujar lady riser Pramithasari.

Usai dari Rumah Baca Ahad, para riser langsung bertolak ke Museum Gunung Merapi. Di sana para risers mendapat informasi seputar Gunung Merapi.

"Museum ini dibangun 2006, tapi dibuka untuk umum pada 1 Januari 2010," ujar edukator Museum Gunung Merapi, Uun.

Lepas dari Merapi, risers sempat makan siang di rumah makan Jejamuran, di salah satu sudut kota Yogya. Perut terisi, risers langsung bertolak ke Semarang.

Di perjalanan, risers kembali berhadapan dengan jalanan yang berliku dan bergelombang.

Tak hanya itu, bus dan truk masih juga harus dilewati. Berkat kekompakan koordinasi, para riser berhasil tiba di jalan tol menuju Semarang dan berhasil finish di siler Nissan Datsun Setiabudi Semarang.

Tiba di Semarang, rombongan disambut oleh Kepala Datsun Indonesia Indriyani Widjaja dan digiring untuk santap malam di restoran The Hills, di kawasan perbukitan Kota Semarang.

Halaman 2 dari 4
(Ray Jordan/Dadan Kuswaraharja)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads