"Ini sangat cocok digunakan di saat lalu lintas padat merayap dan situasi stop and go," tutur Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia Astrid Ariani Widjana, di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/5/2015).
Menurut Astrid, peranti yang dinamai Smart City Brake Support (SCB4) itu meliputi dua tipe.
Pertama, SCBS Front yakni rem bekerja secara otomatis untuk menghindari atau mengurangi benturan dengan kendaraan roda empat di depan. Namun ini dengan catatan, kecepatan 4-30 kilometer per jam. Sistem kerjanya berdasarkan sensor laser yang dipasang di spion tengah mobil.
Kedua, SCBS rear, yang terletak pada bagian belakang mobil. Perangkat ini menggunakan sensor gelombang ultrasonic yang dipasang di bagian bumper kendaraan.
"Sistem ini mendeteksi adanya obyek atau halangan di bagian belakang kendaraan. Dengan memberi peringatan di layar dan mengaktifkan rem seperti halnya di SCBS front, sistem itu akan aktif saat mobil dalam kecepatan mundur 2 - 8 kilometer per jam," ujar Astrid.
Hanya, satelah sistem itu bekerja yakni menghentikan laju mobil, pengemudi juga harus segera melakukan pengereman. Jika tidak mobil akan tetap melaju.
Intinya, perangkat atau fitur tersebut berguna untuk memberikan bantuan kepada pengemudi untuk menghindari risiko tabrakan baik melaju ke depan atau mundur meski dengan kecepatan tertentu.
(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun