"Saya pribadi melihatnya, akan ada trigger yang berupa stimulus dari anggaran pemerintah dan swasta yang cair di bulan Juni dan seterusnya," tutur Corporate Planning Director PT Mazda Motor Indonesia, Taku Yamafuji, saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/5/2015).
Menurutnya, gelontoran anggaran tersebut bakal memicu perekonomian bertumbuh. Soalnya, anggaran pemerintah tersebut salah satunya bakal digunakan untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur.
Dengan adanya proyek itu, maka konsumsi yang berkaitan dengan sektor tersebut akan terjadi. Kegiatan itu akan memacu permintaan barang dan jasa. Adanya permintaan tersebut menjadikan sektor lain bergerak.
"Jika itu terjadi, maka ekonomi otomatis akan tumbuh lagi. Selama ini pun sebenarnya, ekonomi Indonesia sudah tumbuh, sekitar 4,7 - 4,8 persen. Saya rasa itu bukan angka yang jelek, meski bagi pemerintah itu di bawah target. Tapi kan tren positif pertumbuhan ada," kata dia.
Pertumbuhan ekonomi di semester dua diperkirakan semakin mencorong jika sektor swasta juga bergerak dan menggelontorkan anggarannya.
Sehingga, pertumbuhan ekonomi tak hanya digerakan sektor konsumsi tetapi juga produksi di sektor riil. Hanya, perkiraan penjualan mobil di Indonesia pada tahun ini, Yamafuji menyebut bukan berarti melesat dari perkiraan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia meski sudah ada faktor pendorong tersebut.
"Ya perkiraan kami seperti yang disampaikan Gaikindo, antara 1 - 1,1 juta unit. Memang sih menurun dibanding tahun lalu, tapi kalau kita cermati tidak jelek-jelek amat," ucapnya.
Tahun lalu, penjualan mobil di Indonesia mencapai 1,2 juta unit. Namun dengan kondisi yang ada hingga kuartal pertama lalu, Gaikindo memangkas target penjualan menjadi 1 - 1,1 juta dari target semula yang ditetapkan 1,2 juta unit.
Adapun, untuk target penjualan Mazda sendiri, Yamafuji menyebut pihaknya hingga kini belum melakukan revisi. Soalnya, Mazda menganut prinsip dinamis dalam penjualan. Artinya, Mazda tetap berusaha keras menggenjot penjualannya secara maksimal.
"Ya kami masih banyak potensi. Kami tetap optimistis bisa menjual sebanyak-banyaknya...ha ha ha ha," imbuh Yamafuji.
(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat