Dengan demikian, industri otomotif di Indonesia dianggap bisa membantu sistem perekonomian negara. Sebab, industri otomotif sendiri menyumbang pendapatan dan lapangan pekerjaan yang cukup besar.
"Peran industri otomotif untuk membangun ekonomi tinggi. Karena pertama, harga mobil saja 50 persennya adalah pajak. Makanya berkontribusi untuk ekonomi indonesia," ucap GM Corporate Planning and Public Relation PT Toyota Astra Motor (TAM), Widyawati Soedigdo di acara Journalist Workshop di kantor pusat TAM, Sunter, Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Selain itu, industri otomotif memiliki industri turunan yang paling besar. Sebab, otomotif bisa melahirkan industru baru misalnya industri spare part.
"Industri otomotif adalah industri yang turunan industrinya paling besar. Misalnya ada pabrik sparepart, leasing, asuransi, bengkel. Kalau mau lihat lebih kecil lagi, warung-warung di sekitar pabrik. Ini multiplier efect," kata wanita yang akrab disapa Wiwid.
Sebaliknya, lanjut Wiwid, perekonomian sangat mempengaruhi industri otomotif. Sebab, penjualan produk otomotif cukup bergantung pada kondisi perekonomian negara.
Jadi, Wiwid menyimpulkan, industri otomotif dengan perekonomian negara saling berpengaruh. Pertama, industri otomotif menyumbang dampak positif pada perekonomian, kedua kondisi ekonomi mempengaruhi industri otomotif.
(Rangga Rahadiansyah/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda