Recall Mobil Gara-gara Airbag Bakal Pengaruhi Penjualan Honda

Recall Mobil Gara-gara Airbag Bakal Pengaruhi Penjualan Honda

Arif Arianto - detikOto
Senin, 18 Mei 2015 10:35 WIB
Recall Mobil Gara-gara Airbag Bakal Pengaruhi Penjualan Honda
REUTERS
Tokyo - Honda Motors Company kembali melakukan penarikan mobil buatannya untuk dilakukan perbaikan pada airbag yang digunakannya. Penarikan 5 juta mobil itu diperkirakan bakal membuat penjualan produk Honda di Jepang merosot.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (18/5/2015), Senior Managing Officer Honda Motors, Sho Minekawa, akhir pekan lalu mengatakan, seperti penarikan yang dilakukan sebelumnya, penarikan kali ini juga terkait airbag buatan Takata Corporation yang bermasalah. Honda merupakan pabrikan pemakai airbag Takata terbesar.

Sebelumnya, pabrikan menyatakan siap menanggung perbaikan dari mobil-mobil buatannya yang ditengarai menggunakan airbag yang bermasalah tersebut. "Memang ada kemungkinan beberapa dampak. Namun, kami ingin memastikan bahwa langkah yang kami lakukan sudah tepat,” paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 36 juta mobil telah ditarik di wilayah global sejak 2008 lalu karena terkait masalah airbag Takata. Isu kantung udara mobil itu menjadi salah satu isu sensitif di tengah maraknya krisis keselamatan mobil yang paling besar dalam beberapa dekade terakhir.

Kementerian Transportasi Jepang mengatakan, pemerintah negeri itu telah meminta kepada pabrikan mobil lainnya untuk mempertimbangkan penarikan mobil buatannya yang diketahui menggunakan airbag Takata. Mobil yang ditarik adalah yang dilengkapi airbag Takata.

Akibat masalah itu, dilaporkan telah menimbulkan enam korban meninggal. Honda menyatakan siap untuk menanggung biaya perbaikan. Pabrikan ini juga akan berembuk dengan Takata Corporation untuk berbagi beban akibat masalah tersebut setelah identifikasi permasalahan di airbag itu rampung dikerjakan.

Adapun Takata mengatakan, pihaknya tidak akan menyisihkan dana cadangan lebih banyak lagi dari total 11 juta unit mobil yang ditarik. Soalnya, cacat pada airbag buatannya belum secara resmi diidentifikasi.

(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads