Seperti dilansir Leftlanenews, Minggu (3/5/2015), beberapa waktu lalu salah seorang eksekutif Lamborghini mengatakan bakal memproduksi SUV pada tahun 2017. Tapi, perusahaan berlogo banteng liar itu berhenti mengkonfirmasi produksi Urus.
"Kami sedang bekerja pada (SUV) itu, tetapi belum ada keputusan," kata Chief Executive Lamborghini Stephan Winkelmann.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena SUV adalah segmen yang tumbuh, segmen yang lebih emosional, segmen yang sangat baik didistribusikan dalam hal volume di planet ini," katanya.
Meski Winkelmann menunjukkan antusiasmenya terkait SUV ini, perusahaan induk Lamborghini, Audi masih belum memberikan sinyal baik untuk produksi SUV itu. Pengambil keputusan final di perusahaan induk Lamborghini itu dikatakan sedang waspada dengan penurunan ekonomi terutama di pasar Timur Tengah yang menjadi pasar potensial.
Alhasil, mereka harus menunggu kondisi ekonomi yang tepat sebelum melanjutkan rencana produksi.
Lamborghini Urus pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012. SUV itu menampilkan fitur dan sudut khas Lamborghini dengan sliuet yang lebih tinggi. Rincian teknisnya masih belum jelas. Tapi, Lamborghini berjanji tenaganya berkisar di angka 600 daya kuda dengan menggunakan sistem all-wheel drive.
Jika SUV ini mendapat keputusan akhir dari bos Audi untuk diproduksi, model ini kemungkinan bakal dijual dengan harga US$ 200.000 (Rp 2,6 miliaran). Target produksi tahunannya diperkirakan sebanyak 3.000 unit.
(rgr/ady)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!