Nissan Global yang bekerja sama dengan PlayStation menggelar ajang Nissan GT Academy. Ajang ini merupakan sebuah pencarian bakat pebalap dari game Gran Turismo 6 di PlayStation 3.
Diawali dengan kompetisi balap di game Gran Turismo 6, peserta ajang ini berkesempatan untuk menjadi pebalap profesional sesungguhnya. Mereka yang awalnya sebagai gamer dan belum berpikiran menjadi pebalap profesional benar-benar bisa menunggangi mobil sport Nissan nantinya.
Makanya, pemenang dari ajang ini pun bakal dilatih agar bisa ikut balapan sesungguhnya. Setelah diseleksi dan terbang ke Silverstone, Inggris mereka dilatih selama 3 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatihnya pun tidak tanggung-tanggung. Mantan pebalap Formula 1 bakal melatih calon pebalap yang akan lahir dari Nissan GT Academy.
"Pelatihnya itu mantan pebalap F1 Johnny Herbert dan Eddie Irvine. Mereka akan didik dan latih sebelum graduate jadi pebalap profesional sesungguhnya," lanjut Budi.
Nah, pelatihan menjadi pebalap itu baru dimulai di Silverstone, Inggris. Di Sirkuit Internasional Sentul, pemenang Nissan GT Academy baru ditugaskan untuk mencoba menyetir mobil sesungguhnya di trek.
"Di Sentul kita coba mereka nyetir di sana. Mereka harus bisa nyetir. Kalau orang yang enggak bisa nyetir kesempatannya kecil," tegas Budi.
Di Silverstone, calon pebalap profesional kemungkinan diberi kesempatan menunggangi Nissan GT-R dan Nissan 370Z Fairlady. Sementara di Sentul, kata Budi, pihaknya belum menentukan mobil apa yang bakal dipakai.
"Yang di Silverstone biasanya kalau program mereka di sana pakai Nissan 370Z Fairlady sama GT-R. Untuk nanti pakai apa, saya belum tahu pasti. Di Sentul, kita belum putuskan mobil apa yang dipakai. Kemungkinan speknya di bawah dua mobil itu. Karena di sana kita tes mereka harus bisa nyetir," jelas Budi.
Jangan lupa untuk kunjungi www.nissangtacademy.co.id (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk