"Setiap tahun, kami melakukan survei internal tentang profil dan karakter pembeli. Hasilnya, sebagian besar adalah konsumen usia muda," tutur General Manager Marketing and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, di sela-sela tes drive Nissan Juke-R di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2015).
Menurutnya, jika para pemilik Nissan Juke tertarik memodifikasi mobilnya itu, dikarenakan crossover ini memiliki karakter sport yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara secara profil, konsumen Nissan Juke. Sebagian besar adalah orang yang sebelumnya telah memiliki mobil merek Nissan.
"Ya sekitar 55 - 60 persen-lah," ujar Budi.
Dengan kondisi seperti ini, kata Budi, pihaknya perlu lebih mendekatkan diri ke konsumen merek lain agar mereka beralih lain.
Namun di sisi lain, fakta itu juga menunjukkan bahwa ternyata tak sedikit orang yang loyal terhadap merek Nissan.
Budi mengakui, kehadiran crossover juga berpengaruh terhadap kinerja penjualan Nissan Juke. Maklum segmen yang dibidik sama. Sementara, di saat yang sama, volume pasar tak bertambah. Bahkan sebaliknya, menciut akibat kondisi perekonomian yang melemah.
"Tapi penjualan kita masih stabil, rata-rata 200 -250 unit per bulan," ucap Budi.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit