"Kalau seperti yang diperkirakan teman-teman di industri otomotif sebelumnya, (pemulihan terjadi) di kuartal dua, sepertinya belum," tutur General Manager Marketing and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, di sela-sela test drive Nissan Juke-R, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2015).
Budi menyodorkan beberapa alasan untuk mendukung pernyataannya. Pertama, hingga saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar, masih fluktuatif sehingga orang bersikap menunggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga perkiraan saya akan terjadi di semester dua," ucapnya.
Dia menyebut, pada saat itu, kurs rupiah terhadap dolar nilainya sudah stabil. Pada saat itulah, meski perekonomian dalam kondisi apapun, orang telah melakukan adaptasi.
"Masyarakat dan pemerintah bakal adjusment, pada saat rupiah sudah stabil, berapa pun nilainya, orang akan adjusment dan itulah saatnya belu mobil," paparnya.
Alasan lain yang disodorkan Budi adalah alasan musiman, yakni akhir tahun. Faktor ini merupakan tradisi masyarakat, bahwa akhir tahun saatnya membeli mobil.
"Namun, apakah kita bisa mengejar penjualan hingga minimal sebanyak tahun lalu, ya tergantung industrinya. Strategi dan jurus apa yang akan dimainkan," ucap Budi.
Hanya, dia tak bersedia menginformasikan jurus dan strategi yang bakal diterapkan Nissan. "Ya itu rahasia. Tunggu saja, yang pasti kami akan memberikan yang terbaik ke masyarakat," imbuhnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge