Maret, Mercedes Cetak Rekor Penjualan Global

Maret, Mercedes Cetak Rekor Penjualan Global

- detikOto
Jumat, 10 Apr 2015 14:46 WIB
Maret, Mercedes Cetak Rekor Penjualan Global
Logo Mercy (Dadan-detikOto)
Stuttgart - Mercedes-Benz mengklaim penjualan mobil buatannya di pasar global sepanjang Maret lalu mencapai 183.467 unit atau naik 16 persen dibanding bulan sebelumnya. Penjualan sebanyak itu merupakan penjualan bulanan tertinggi yang pernah dicatatkan sepanjang sejarah perusahaan.

Seperti diwartakan Reuters, Jumat (10/4/2015) kenaikan penjualan didorong oleh meningkatnya permintaan di Eropa, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Sedangkan varian yang paling banyak diminati adalah varian C-Class, model berukuran kompak, serta Sport Utility Vehicle.

Data pabrikan menunjukkan, penjualan di Eropa naik 16 persen atau sebanyak 89.041 unit. Sementara di Tiongkok naik 21 persen menjadi 30.124 unit . Adapun di Amerika Serikat kenaikan penjualan mencapai 9,2 persen sehingga penjualan sebanyak 29.921 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan penjualan sepanjang Maret itu, maka penjualan total penjualan sepanjang Januari – Maret sebanyak 429.602.

β€œPenjualan ini lebih banyak 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan menandai penjualan kuartal pertama terbaik dalam sejarah perusahaan,” bunyi keterangan Daimler AG.

Sementara dilihat dari profil model penyumbang penjualan terbanyak di Maret lalu, varian C-Class dan wagon naik 58 persen. Sedangkan permintaan model kompak dan SUV, masing-masing naik 32 dan 25 persen.

Model lainnya di bawah payung Daimler yang juga cukup moncer penjualannya adalah Smart. Mobil mungil itu membukukan penjualan 11.984 unit atau naik 25 persen.

Dengan demikian, jika digabungkan antara penjualan mobil Mercedes dan Smart, maka penjualan yang dibukukan dua unit perusahaan dibawah Daimler itu mencapai 195.451 atau naik 16 persen dibanding Februari. Sedangkan penjualan secara kumulatif Januari – Maret dua perusahaan itu mencapai 458.346 unit atau naik 15 persen dibanding periode sama tahun lalu






(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads