"Saya yakin, memang ada peluang pertumbuhan di segmen itu (pasar SUV), tapi tidak bagi McLaren,β tutur Executive Director of Sales and Marketing McLaren, Joylon Nash kepada Car Advice, di sela-sela peluncuran coupe McLaren 570S di gelaran New York Auto Show 2015, Selasa (31/3/2015).
Namun bukan hanya persoalan volume penjualan saja yang menyebabkan pabrikan asal Inggris itu memasuki pasar SUV. Persoalan citra merek juga menjadi pertimbangan yang tak kalah penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan komitmen kepada konsumen yang seperti itu, maka McLaren menganggapnya sebagai sebuah kompetensi inti perusahaan dan harus dipertahankan.
Citra sebagai pabrikan yang identik dengan mobil sport performa tinggi harus dipertahankan. βKami hanya tidak bisa membayangkan McLaren membuat SUV,β kata Nash.
Pernyataan senada diungkapkan Head of Product Development, Mark Vinnels. Menurutnya, dengan membuat SUV, McLaren justru akan membingungkan dan bahkan mengecewakan konsumen.
Soalnya, sejak mereka berusia anak-anak sudah mempersepsi merek McLaren sebagai mobil sport performa tinggi dan balapan.
Namun, Vinnels, tak memungkiri kemungkinan adanya perubahan sudut pandang perusahaan terhadap SUV. "Mungkin saja, jika sudah sekitar 30 tahun, itu akan menjadi sesuatu yang bisa akan kami mempertimbangkan,β ucapnya.
Dia juga tak menepis kemungkinan Mclaren membuat model yang tak hanya berkapasitas dua tempat duduk saja, tapi juga empat tempat duduk. Hanya saja, riset pasar yang dilakukan oleh perusahaannya menunjukkan bahwa mobil McLaren dengan empat tempat duduk masih belum diinginkan pasar.
Kini, target McLaren adalah mencapai target penjualan sebanyak 4.000 unit pada 2017 nanti. Tahun lalu penjualan pabrikan ini sebanyak 1.649 unit di seluruh dunia.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'