Presdir PT MMI, Keizo Okue mengaku, market pada Januari dan Februari 2015 lalu turun cukup signifikan. Hal itu, kata Okue, tidak hanya dirasakan Mazda tapi juga semua pemain industri di Indonesia.
"Jika Anda lihat Januari-Februari 2015 itu marketnya turun. Dengan adanya perkembangan saat ini jika dikomparasi dengan tahun sebelumnya cukup signifikan," kata Okue di Tangerang, Senin (30/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangka pendek memang sedang bergejolak. Tapi di jangka menengah, saya yakin Indonesia punya potensi dan masa depan menarik," yakin Okue.
Senior Marketing Manager PT MMI, Astrid Ariani Wijana menjelaskan, penurunan dua bulan pertama tahun 2015 cukup parah. Namun, ia belum bisa memberikan besaran penurunan penjualan yang dialami Mazda.
"Kita lihat penurunan dua bulan cukup parah. Soal angka kita masih harus lihat data dulu ya," ujar Astrid.
Meski begitu, ia meyakini, penurunan penjualan Mazda tidak separah merek lain. Sebab, Mazda memiliki segmen yang berbeda.
"Kalau enggak salah, penurunan kita enggak sebesar yang lain. Karena segmen kita terus terang turunnya enggak terlalu gila2an. Segmen kita bukan yang paling terkena dampaknya. Yang kena dampaknya kan yang low segmen kayak low MPV," akunya.
Selama 2 bulan terakhir, penjualan Mazda sudah mencapai 1.368 unit. Penjualan terbesar datang dari Mazda2 dan CX-5 serta Biante.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin