βKami sama sekali tidak khawatir dengan langkah agen pemegang merek yang memasarkannya secara langsung. Sebab, kami, para importir memiliki pasar tersendiri yang lebih spesifik,β tutur Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI), Tommy R Diandana, saat dihubungi detikOto, di Jakarta, Jumat (27/3/2015).
Pasar spesifik yang dimaksud Tommy adalah, karakteristik para pembeli Toyota Vellfire yang umumnya berusia antara 40 β 50 tahun, dan penyuka mobil berkarakter dan bernampilan sporty. Mereka pada umumnya dari kalangan pebisnis dan profesional yang memang memiliki hobi otomotif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakter dan dan penampilan seperti itu, lanjut Tommy, sejatinya telah ada pada Vellfire. Soalnya, Toyota Motor Corporation memang merancangnya demikian.
Sebagai kembaran Alphard Vellfire didesain bermampilan lebih sporty dibanding Alphard, namun tidak meningalkan kemewahan dan kenyamanan seperti yang ada pada saudaranya itu.
βTapi, meski demikian, tidak sedikit calon pembeli yang ingin lebih dari itu. Makanya, kami tawarkan fitur opsional yang lebih. Mulai dari captain seat, kulit pelapis jok, aksesoris, perangkat hiburan, hiasan grafis, sampai warna cat, kami sediakan,β paparnya.
Dengan layanan yang bersifat personal itulah, para importir umum mengaku telah menciptakan ceruk pasar tersendiri yang berbeda dengan yang digarap Toyota.
βJumlah konsumen yang memiliki keinginan seperti ini banyak di Indonesia. Buktinya, kami bisa jualan banyak,β kata Tommy.
Dia mengklaim tahun lalu saja, para importir umum telah berhasil menjual 7.100 unit mobil dari berbagai merek, dari jumlah itu 70 persennya adalah Aplhard dan Vellfire.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!