Begini Rahasia Shell Formulasikan Bahan Bakarnya

Laporan dari Kuala Lumpur

Begini Rahasia Shell Formulasikan Bahan Bakarnya

- detikOto
Jumat, 27 Mar 2015 09:21 WIB
Begini Rahasia Shell Formulasikan Bahan Bakarnya
Mae Ascan, fuels scientist dari Shell
Kuala Lumpur -

Banyak yang masih mengira bensin yang dijual di pasaran semuanya sama. Ternyata hal itu tidak benar. Setiap bahan bakar punya karakteristik sendiri yang mempengaruhi kinerja mesin.

Dalam acara 'Shell V-Power: the Science of Driving Excitement' yang digelar di Malaysia, para ilmuwan Shell memberi penjelasan kaitan masalah bahan bakar dan kinerja mesin. Acara ini digelar di Kuala Lumpur, Kamis (26/3/2015).

Mae Ascan, fuels scientist dari Shell, menyatakan salah satu masalah yang dihadapi mesin saat melaju adalah adanya gesekan antara komponen-komponen di dalamnya. Gesekan ini pada akhirnya akan membuang energi yang ada. Untuk itulah Shell V-Power mencoba mengurangi gesekan ini dengan menggunakan Friction Modification Technology (FMT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gesekan itu membuat energi hilang, untuk itulah kita berupaya menguranginya," katanya.

Mae mendemonstrasikan berkurangnya gesekan ini dengan menggunakan dua piston kecil dikelilingi dengan kaca. Satu piston diberi bensin biasa, yang satu lagi diberi Shell V-Power. Saat ditarik ke atas piston yang menggunakan Shell V-Power terasa lebih mudah bergerak dibanding yang diberi bensin biasa.

Selain gesekan, masalah lain yang timbul dalam mesin adalah adanya endapan yang menempel pada komponen-komponennya. Endapan ini bisa menganggu pembakaran mesin sehingga mempengaruhi kemampuan mesin.

"Endapan ini, jika diperbesar maka bentuknya akan terlihat seperti spons yang bisa menyerap bensin," katanya.

Mae kemudian mendemonstrasikan hal ini dengan mengambil dua komponen mesin yang berukuran tak terlalu besar. Komponen pertama telah menghitam ujungnya karena adanya endapan ini, sedangkan yang satunya lagi masih bersih.

Komponen ini kemudian diberi sedikit bensin dan dibakar, ternyata yang mengandung endapan lebih lama apinya padam, dibandingkan dengan yang masih bersih dari endapan. "Bisa dilihat yang ada endapannya apinya mati lebih lama, sehingga terbukti kalau endapan ini menyerap bensin," katanya.

Mae mengatakan, untuk mengatasi endapan tersebut di dalam Shell V-Power telah diberi teknologi tertentu yang bisa membersihkan mesin dari endapan tersebut. "Jadi mesin bisa lebih bersih dan juga lebih baik performanya," katanya.

Mae mengatakan, Shell terus melakukan penelitian untuk mengembangkan bahan bakar yang ada. Terdapat banyak ilmuwan yang bekarja di beberapa pusat penelitian Shell di berbagai negara. "Kita terus melakukan pengembangan dan penelitian," katanya.




(nal/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads