Seperti diwartakan CNN, Rabu (25/3/2015) Aston Martin telah membuat kesepakatan dengan Daimler AG, induk dari Mercedes-Benz dan Smart, dalam memproduksi model andalan baru. Pabrikan asal Jerman itu, hingga kini memang masih tercatat sebagai pemegang saham minoritas di Aston Martin.
Sebagai mitra dsekaligus pemegang saham, Daimler mengembangkan mesin baru dan sistem elektronik yang dipasok ke pabrikan tersebut untuk model-model tertentu. Sedangkan Aston sendiri fokus menggarap konsep desainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabarnya, mobil ini bakal dibanderol di kisaran US$ 2 juta atau sekitar Rp 26 miliar (di Eropa). Namun, penggunaannya dikhususkan di trek balap, atau bukan jalan raya biasa.
Mobil yang seluruh bagian bodinya dibuat dari serat karbon itu diklaim memiliki gaya desain masa depan Aston Martin. Namun, Chief Executive Officer Aston Martin, Andy Palmer, menyadari adalah sesuatu yang mustahil untuk membuat perusahaan tetap bertahan di tengah gempuran persaingan hanya dengan mengandalkan mobil sport belaka.
Lantaran itulah, sejalan dengan pengembangan mobil sport Vulcan itu, Aston Martin juga mengelus-elus konsep lain, yakni crossover yang dinamai Aston Martin DBX.

Andy Palmer dan DBX
Mobil ini bakal dibuat dalam varian plug-in hybrid dan listrik murni. Tampangnya memang tak 100 persen crossover. Bahkan lebih mirip mobil sport.Model lain yang juga dijagokan Aston Martin adalah, Lagonda. Sedan akan dipasarkan di berbagai wilayah, kecuali Amerika. Dan Palmer yakin, mobil sport bakal menjadi senjata utama, selain crossover dan sedan.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'