ADVERTISEMENT
Senin, 23 Mar 2015 11:11 WIB

Subaru Terbelit Kasus Pajak, Karyawan Menjerit

- detikOto
Jakarta - Agen Pemegang Merek Subaru di Indonesia, TC Subaru tengah mengalami sengketa dengan pemerintah terkait soal pajak atau bea masuk mobil-mobil Subaru. Nilai sengketa diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Karyawan Subaru di berbagai diler di Indonesia pun menjadi resah.

Menurut informasi dari seorang karyawan Subaru yang enggan disebutkan namanya, satu per satu cabang Subaru di Indonesia akan tutup. Salah satunya adalah Cabang Subaru di Malang.

“Seluruh karyawan cabang Malang yang masih dalam masa kontrak akan dipindahkan ke Surabaya (HR Muhammad) atau bagi yang tidak bersedia disarankan untuk mengundurkan diri,” ujar karyawan tersebut sambil menambahkan kalau di Subaru Malang mulai dari bawahan sampai Branch Manager dipekerjakan sebagai karyawan kontrak dan bukan karyawan tetap.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
Hampir semua karyawan yang kontraknya akan habis tahun ini belum diperpanjang oleh Subaru. Pemindahan kerja dari Malang ke Surabaya ini praktis membuat karyawan kerepotan

“Menurut saya ini hanya akal-akalan manajemen untuk memberhentikan karyawan tanpa memberikan pesangon mengingat dalam kontrak kerja kami bahwa karyawan harus bersedia dipindahkan kemana saja sesuai instruksi atasan. Bagamana mungkin kami dapat bekerja di Surabaya yang jaraknya sekitar 80 km dari Malang, sementara gaji kami masih sesuai UMR kota Malang yang jauh berada di bawah UMR Surabaya?” keluhnya.

Karyawan tersebut mempertanyakan tanggung jawab Subaru pada nasib karyawannya.

Dia mencontohkan pabrikan General Motors Indonesia yang akan tutup pada bulan Juni tetapi sudah menginformasikan kabar penutupan pabrik jauh-jauh hari dan akan memberikan pesangon bagi karyawannya.

“Baik yang masih kontrak ataupun yang sudah tetap, bahkan tetap diberikan pendampingan dan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain,” ujarnya.

Subaru di Indonesia tengah dilanda masalah kepabeanan yang mengharuskannya membayar tunggakan Rp 1,5 triliun. Karena belum mau membayar, maka aset Subaru di Indonesia pun disegel oleh Bea Cukai.

Mobil-mobil di berbagai cabang Subaru di Indonesia ditempeli stiker segel oleh Bea Cukai dan dilarang dijual. Subaru saat ini masih mengajukan banding ke pengadilan dan mengajukan gugatan penyitaan kendaraan oleh Bea Cukai dengan perkara No. 251/Pdt.Bth/2014/PN.MLG.




Sementara itu dari pihak Subaru sendiri, sampai berita ini diturunkan belum ada yang mau memberikan komentarnya.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com