Pabrikan Mobil Besar Dituduh Jual Mobil Jelek di Tiongkok

Pabrikan Mobil Besar Dituduh Jual Mobil Jelek di Tiongkok

- detikOto
Rabu, 18 Mar 2015 15:55 WIB
Pabrikan Mobil Besar Dituduh Jual Mobil Jelek di Tiongkok
CNN
Jakarta - Sejumlah pabrikan mobil asing di Tiongkok dituding mengabaikan hak-hak konsumen di Tiongkok. Selain menjual produk yang bermasalah, sejumlah pabrikan disebut telah menetapkan biaya yang tinggi kepada konsumen untuk perbaikan produk yang rusak itu.

Seperti dilaporkan CNN, Rabu (18/3/2015), adalah China Central Television (CCTV) dalam acara tahunan hak-hak konsumen yang memaparkan tudingan tersebut. Pabrikan mobil mulai dari Jaguar Land Rover milik Tata Motors misalnya, diduga telah menjual produk dengan gearbox yang rusak.

Sementara, Volkswagen dituduh lalai karena gagal mengenali cacat pada produk yang dipasarkannya. Bahkan baru mengenalinya setelah konsumen mengajukan keluhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan sejumlah produsen mobil lainnya, termasuk Mercedes-Benz dan Nissan Motor, disebut telah mengutip biaya yang tinggi untuk jasa layanan perbaikan dan pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu.

Disebutkan, kendati memiliki daya beli yang tinggi, namun konsumen di Tiongkok sering dipaksa untuk berurusan dengan produk bermasalah mulai dari produk palsu hingga rusak. Produk tersebut mulai dari produk makanan, obat resep, hingga barang elekronik dan lainnya.

Acara Hari Hak Konsumen merupakan acara tahunan yang ditayangkan selama dua jam oleh CCTV. Acara itu dirancang sebagai penyeimbang untuk menjelaskan suatu produk kepada konsumen.

Acara itu sempat menghilang di hadapan publik setelah para kritikus menudingnya sebagai tindakan proteksionis untuk melindungi industri dalam negeri.

Namun yang pasti, bagi pabrikan otomotif menjadi sasaran CCTV merupakan menjadi perhatian tersendiri bagi pabrikan otomotif. Maklum Tiongkok merupakan pasar otomotif terbesar di dunia, sebab dituduh di acara itu memberikan efek merusak pada perusahaan.

Volkswagen misalnya, yang pernah ditayangkan pada 2013 lalu, terpaksa harus menarik 40.000 unit mobil buatannya. Kini, seperti yang diungkapkan juru bicara Nissan, pabrikan asal Jepang itu memperhatikan laporan CCTV tahun ini.

β€œ(Perusahaan) telah membentuk sebuah kelompok kerja khusus di internal (perusahaan), untuk melakukan investigasi mengenai hal ini di Tiongkok,” ujarnya.

Setali tiga uang, Daimler yang merupakaninduk dari merek Mercedes-Benz mengatakan pihaknya serius menanggapi laporan tersebut dan akan melakukan penyelidikan. Sedangkan pabrikan mobil lain tidak segera merespons permintaan komentar, dan bahkan tidak ada tanda-tanda pengumuman penarikan produk.



(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads