Diyakini, rumor mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran itu dikarenakan oleh penjualan yang tidak sesuai target selama 2014. Namun, seperti dilansir China Daily, Selasa (17/3/2015), pabrikan mobil listrik asal Amerika serikat itu menyangkal rumor PHK besar-besaran tersebut.
"Itu adalah murni spekulasi. Ada beberapa perombakan staf pada awal tahun ini tapi sekarang perombakan itu telah selesai," ungkap Direktur Komunikasi Tesla Tiongkok, Gary Tao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keputusan perombakan itu dibuat oleh manajemen Tesla di Tiongkok, bukan perintah langsung dari CEO Tesla, Elon Musk. Namun, Tao tida mau menyebut berapa jumlah karyawan Tesla di Tiongkok.
"Kini tim di Tiongkok telah stabil dan mantap," ujarnya.
Di Asia-Pasifik, Tesla telah menjual 4.750 unit mobil selama 2014 lalu. Kini, pabrikan mobil listrik asal Amerika itu telah memantapkan target penjualan global sebanyak 55.000 unit pada tahun 2015 ini.
Tao tidak menyebut berapa besar target penjualan di Negeri Tirai Bambu itu. Namun, ia sangat percaya diri dengan pasar Tiongkok.
Infrastruktur pengisian baterai di Tiongkok diyakini menjadi penghambat pengembangan kendaraan energi terbarukan di Tiongkok. Tao menyatakan, Tesla telah membangun lebih dari 1.200 stasiun pengisian publik di Tiongkok dan berencana untuk membangun lebih banyak lagi tahun ini.
Keyakinan Tesla dilanjutkan dengan rencana peluncuran model yang lebih murah dengan nama Tesla Model 3 pada tahun 2017. Analis percaya, model tersebut akan lebih menarik bagi pelanggan di Tiongkok.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...