βNilai tukar saat ini masih fluktuatif, tetapi bisa saja naik, kalau sampai akhir bulan tetap Rp 13.000, mau tidak mau kami harus menaikkan harga,β ujar CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (10/3/2015).
Jeep saat ini masih diimpor secara utuh dari Amerika (CBU). Jadi harga mobil ini sangat sensitif dengan penguatan dolar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Memet tetap yakin, mobil Jeep akan tetap diburu meski harganya merangkak naik.
βKonsumen kami tetap loyal. Hal itu sudah terbukti selama 4 tahun. Alhamdulillah pasar bagus,β ujarnya.
(ddn/ady)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?