Direktur HSC Wendy Miharja mengatakan, program penjualan ke para kostumernya yakni Honda F1 Racing Trip to Malaysia Grand Prix yakni terkahir kali pada 2008.
"Memang sempat vakum sejak 2008, karena kebijakan Honda motor company yang di Jepang memutuskan saat itu keluar dari balapan," kata Wendy di sela acara pengundian 10 konsumen yang memenangkan perjalanan nonton Grand Prix F1 di Malaysia, di kantor HSC, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Rabu (4/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan bisa membawa kembali Honda sebagai mobil racing tapi aman dan nyaman," tuturnya.
Undian Honda F1 Racing Trip to Malaysia Grand Prix ini selama 4 hari 3 malam mulai 27-30 Maret 2015. Ada 10 pemenang yang diundi dari konsumen yang membeli berbagai tipe mobil Honda mulai periode 1 November 2014-28 Februari 2015.
Sedangkan undian paket perjalanan selama 4 hari 3 malam untuk 'Honda F1 Racing Trip to Singapore Grand Prix' pada 20 September dan peserta yang diundi sebanyak 20 pemenang dari konsumen yang membeli sejak 1 Maret sampai 31 Agustus 2015.
Dengan adanya program paket perjalanan nonton Grand Prix gratis, diharapkan juga dapat mendongkrak penjualan berbagai tipe Honda di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa).
"Selama 2015 mulai Januari sampai Februari sudah terjual 3.643 unit. Dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan 20,75 persen," ujarnya.
Merek mobil Honda yang terbanyak penjualannya yakni Brio sebanyak 1002 unit, disusul Mobilio 983 unit, HRV 741 unit dan sisanya CRV serta sedan. Dari jumlah tersebut, kontribusi penjualan di Jatim terbanyak dengan menyumbangkan sekitar 83 persen dari wilayah Jabanusa.
"Untuk target penjualan pada tahun ini sekitar 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Kita harapkan pada semester pertama tahun ini ada peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya," tandasnya.
(roi/ady)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...