Pernyataan Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat yang dilansir Reuters, Minggu (1/3/2015) menyebutkan, akibat masalah itu steering yang semestinya bergerak secara elektrik tiba-tiba berubah menjadi secara manual.
"Kontrol steering memang dapat dipertahankan (saat mobil melaju). Namun, kendaraan akan kembali ke mode kemudi manual, (sehingga) membutuhkan upaya yang lebih besar dari pengemudi , terutama pada kecepatan rendah ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan," sebut laporan Hyundai kepada NHTSA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hyundai menegaskan memahami bahwa masalah hilangnya kendali powersteering secara elektrik itu belum termasuk masalah kecacatan produksi yang membahayakan keamanan berkendara seperti yang diatur oleh peraturan di Amerika Serikat.
Namun, sebagai langkah antisipasi dan sesuai dengan tren masalah keamanan yang menjadi perhatian dunia, maka pihaknya melakukan kampanye keselamatan dengan menarik mobil tersebut.
"Untuk tetap konsisten dengan tren industri, Hyundai telah memutuskan untuk melakukan penarikan ini sebagai kampanye keselamatan,β sebut pabrikan asal Korea Selatan itu.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?