Mau Garap Esemka, Garansindo Harap Jokowi Mau Buka Pintu

Mau Garap Esemka, Garansindo Harap Jokowi Mau Buka Pintu

- detikOto
Jumat, 27 Feb 2015 09:09 WIB
Mau Garap Esemka, Garansindo Harap Jokowi Mau Buka Pintu
Jakarta -

PT Garansindo Inter Global selaku Agen Pemegang Merek (APM) Chrysler, Dodge, Fiat, Alfa Romeo, dan Jeep di Indonesia menyatakan siap untuk berinvestasi dan mengembangkan Esemka. Tapi, dengan catatan, pemerintah Indonesia mau membuka pintu.

CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah mengatakan, pihaknya berencana untuk mengadakan pertemuan dengan sejumlah instansi pemerintahan terkait hal ini. Bahkan, ia juga siap jika diminta bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas Esemka.

"Saya benar-benar ingin sekali membesarkan Esemka. Setelah ini saya ingin bertemu dengan pihak Esemka, Pak Saleh Husin (Menperin) dan instansi terkait lainnya untuk mematangkan mimpi saya membangun Esemka. Permasalahannya itu pemerintah mau atau tidak membuka pintunya," ujar pria yang akrab disapa Memet dalam sesi wawancara khusus usai peluncuran Jeep Grand Cherokee 3.0-L di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memet menambahkan, secara investasi dana Garansindo sudah sangat siap. Karena Garansindo itu sendiri memiliki misi yang sama seperti misi Jokowi yang ingin mengembangkan kendaraan atau mobil rakitan anak bangsa.

"Investasi dana kita siap, karena kita punya misi harus punya mobil atau kendaraan produksi dalam negeri yang semuanya dikerjakan oleh anak bangsa. Tapi dengan catatan, dari segi kualitasnya juga harus bagus," tegas Memet.

Tak hanya itu, Memet juga mengakui investasi seperti ini bukan suatu hal yang mudah, tapi yang paling penting itu adalah komitmennya pemerintah.

"Jika dikombinasikan dan dapat dukungan pemerintah, Esemka akan besar, hanya masalahnya adalah pemerintahannya itu sama tidak pemikirannya dengan presiden dan kita. Kalau semuanya sama, bisa sukses ini proyek, kasarnya tidak usah bikin proyek yang macam-macam, cukup Esemka dengan market tertentu seperti pedesaan, dalam kota, angkutan umum dan lain sebagainya sudah sangat cukup," tuntasnya.

(ady/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads