Di saat Indonesia masih memperebutkan soal definisi mobil nasional, negara kepulauan yang terkenal dengan teh dan pariwisatanya Sri Lanka sudah punya mobil sendiri. Mobil super bertenaga listrik pula! Dahsyat.
Mungkin hal ini sulit dipercaya, tetapi ya itu lah yang terjadi. Bahkan produsennya pun mengakui mereka butuh waktu agar orang percaya kalau mobil itu dibuat di Sri Lanka. Mobil ini namanya Vega.
Vega dikembangkan oleh perusahaan Colombo, CodeGen yang dipimpin oleh Harsha Subasinghe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kulapala memiliki sekitar 30 insinyur untuk mengembangkan mobil ini. Mobil berwarna merah yang desainnya tak kalah dengan mobil-mobil berjenis hypercar itu memiliki dua motor listrik yang menggerakkan roda belakang.
Tenaga yang dihasilkan pun setara dengan mobil super buatan Eropa yakni mencapai 900 daya kuda. Jadi untuk melaju dari 0-100 km per jam berada di kisaran 3,5 detik. Kisaran yang sama dengan mobil sport terkini macam Ferrari atau Lamborghini.
Berkat struktur bodi berbahan dasar serat karbonnya mobil tetap ringan sekitar 1,36 ton. Sekali ngecas baterai lithium ionnya mobil sanggup berlari sampai 241 km dan dengan kecepatan maksimum 241 km per jam. Selain perkenalan produk, yang menjadi masalah berikut yang harus dihadapi tim ini adalah pemasaran. Jika dijual mobil memiliki banderolan harga yang mencapai Rp 5 miliar.
Namun Kulapala optimistis, menurutnya Sri Lanka adalah negara yang penuh kejutan. Pendapatan per kapita negara ini sudah berlipat ganda sejak 2005. Angka pengguna telepon seluler pun melonjak 550 persen antara 2005-2010. Sri Lanka juga menjadi negara pertama di Asia Selatan yang sudah memiliki teknologi mobile broadband.
βPasti, kami masih butuh waktu untuk membangun pengalaman, tetapi dengan penelitian, kami bisa berhasil seperti yang lain, dan kami bisa cepat bisa mendesain dan merekayasa produk,β ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu