"Ya, kita juga harus melihat bagaimana pasarnya. Kalau sekarang porsi terbesar masih MPV atau Citycar ya kita juga konsentrasi di situ," tutur Senior Marketing Manager Mazda Indonesia, di Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Namun,kata Astrid, kecilnya ceruk pasar sedan di Indonesia bukan semata-mata karena faktor pajak yang lebih tinggi. Namun, faktor budaya masyarakat dalam bepergian dan memilih kendaraan juga sangat menentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pun dengan situasi lalu lintas kota yang macet, serta minimnya lahan parkir. Kondisi itu akan memantik minat orang untuk membeli city car termasuk hatchback.
"Jadi kami konsentrasi di segmen ini, dan sebagai pelengkapnya ada pikap dan lainnya," papar Astrid.
Hingga saat ini All New Mazda2 dan generasi sebelumnya, masih diimpor dari Thailand. Dan Mazda Indonesia belum memiliki rencana untuk memproduksinya di Indonesia. Soalnya, untuk memproduksi di dalam negeri, setidaknya mobil yanh bersangkutan harus terjual 100.000 unit per tahun.
Sementara untuk varian roadster Mazda MX-5 Miata, Mazda Indonesia juga masih berpikir-pikir untuk memasarkan. Masih kecilnya ceruk pasar juga menjadi alasannya.
"Mobil ini kan istilahnya toys for boys, yakni mainan bagi mereka yang memang benar-benar hobi," imbuh Astrid
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu