"Jadi kami masih akan terus memasarkan untuk konsentrasi ke daerah-daerah yang banyak permintaan mobil (dengan harga) Rp 200 juta ke bawah," tutur Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia, Astrid Ariani Wijana, di Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Astrid menyebut penjualan VX-1 terus bertumbuh meski tak sekencang model Mazda yang lain, khususnya Mazda 2 dan CX-5. Tahun lalu, kata dia, penjualan mobil Multi Purpose Vehicle penumpang itu mencapai 800 unit. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Ertiga yang terjual hampir 50.000 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ke depannya dia optimistis pertumbuhan akan terus terjadi dan meningkat. Soalnya, segmen pasar untuk mobil jenis dan kelas tersebut juga terus bertumbuh seiring pertumbuhan ekonomi.
"Sekali lagi, ini juga untuk melengkapi varian produk kami. Tapi konsentrasi kami memang ke model Mazda yang lain," ucapnya.
Namun Astrid menegaskan, Mazda tidak akan memproduksi dan memasarkan MPV murah seperti yang saat ini santer terdengar bakal dilakukan oleh sejumlah merek mobil di Tanah Air. Alasannya membuat dan memasarkan mobil kategori itu bukan visi dari Mazda Jepang. "Sehingga seperti tidak ya," imbuhnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM