Seperti dilansir China Daily, Selasa (3/2/2015), permintaan mobil baru yang kuat di Tiongkok telah menggantikan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama. Kini, mobil memegang 58,6 persen dari keseluruhan kendaraan bermotor di Tiongkok. Hal itu menunjuukkan kenaikkan tajam dari 43,9 persen lima tahun lalu.
Menurut data Kementerian Keamanan Publik, jumlah orang yang mendapatkan SIM baru juga menggelembung dari 219 juta di 2013 menjadi 247 juta sampai akhir 2014. Hal itu menunjukkan adanya penambahan sopir baru sebanyak 29,7 juta yang memiliki pengalaman kurang dari satu tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri itu menyatakan, jumlah mobil pribadi penumpang telah mencapai 117 juta. Dari angka itu, sekitar 90 persen di antaranya adalah mobil pribadi.
Beijing memiliki peningkatan mobil penumpang pribadi tertinggi dengan catatan 63 mobil pribadi tiap 100 rumah tangga. Sementara angka normalnya adalah 25 mobil pribadi per 100 rumah tangga.
Sebenarnya, produsen otomotif telah menikmati manisnya berjualan di Negeri Tirai Bambu itu selama bertahun-tahun. Sebab, sejak beberapa tahun belakangan sudah banyak konsumen kelas menengah yang memesan mobil pertama mereka.
Tapi, dengan kemacetan yang bertambah parah di beberapa kota, penjualan yang mem-booming masih belum terprediksi di tahun-tahun mendatang. Soalnya, beberapa pemerintah daerah telah mulai membatasi penggunaan mobil, di antaranya kota-kota yang memiliki kuota tertinggi untuk mobil baru.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'