Seperti dilansir CNN, Selasa (3/2/2015), Jeep mengaku akan mengganti peranti lunak di airbag mobil yang bermasalah itu dengan peranti yang baru. Perangkat baru itu dirancang untuk mampu mendeteksi potensi mobil terguling. Sehingga, saat mobil benar-benar, airbag akan mengembang dengan sempurna.
Maklum, beberapa kasus menunjukkan, airbag samping sangat diperlukan saat pengemudi melakukan manuver ekstrem. Seperti saat off-road misalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FCA akan memberitahu kepada pemilik untuk membawa mobil miliknya ke diler Jeep untuk mendapatkan perbaikan. Tidak ada laporan yang menyebut telah terjadi kecelakaan atau korban luka akibat masalah tersebut.
Pabrikan itu juga menegaskan, airbag yang ada di Grand Cherokee tersebut berbeda dengan airbag yang bermasalah pada Grand Cherokee yang proses penarikannya diumumkan pekan lalu.
Seperti diwartakan sebelumnya, tiga pabrikan yakni Jeep, Toyota, dan Honda akan menarik 2,1 juta mobil karena sensor airbag yang digunakan mobil tersebut bermasalah.
Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat menyebut, airbag di mobil itu mengembang secara tak sengaja karena chip sensor bermasalah. Kantung udara itu dibuat oleh TRW Automotive Holdings.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?