Direktur Utama Pindad Silmy Karim menjelaskan, dihentikannya proyek mobil listrik, karena pihaknya tidak memperoleh kepastian regulasi dan komitmen pengembangan mobil listrik.
"Kita hentikan, karena mobil listrik nggak ada yang order, kemudian kebijakannya belum lengkap," kata Silmy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat mobil nggak ada yang beli. Terus siapa yang jamin? Mobil itu satu sistem yang kompleks, nggak bisa hanya buat tapi bisa memasarkan. Khusus di Indonesia, rendahnya budaya memakai mobil listrik dan terkait gengsinya," sebutnya.
Otolovers ingat, tahun 2012 lalu di pameran Haktenas (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) ke-17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat pada 8-11 Agustus 2012, PT Pindad memamerkan mobil listrik yang disebut Pindad Electric Vehicle (PIEV).
Mobil listrik Pindad menggunakan 2 pintu dan hanya bisa muat 2 penumpang. Asal muasal mobil listrik PIEV itu atas permintaan Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. Dahlan meminta Pindad agar membuat mobil listrik dalam jangka waktu 2 bulan atau sebelum hari perayaan Haktenas.
PIEV menggunakan motor listrik permanent magnet bertenaga 25 Kw pada 4.000 RPM, yang dikawinkan dengan baterai 21,12 kwh. Dan berat baterai 200-300 kg. Motor listrik tersebut menggerakkan roda depan.
Pengembangan mobil listrik pertama buatan PT Pindad ini menghabiskan dana sampai Rp 500 juta lebih.
Alhasil, karena regulasi mobil listrik belum jelas, Silmy memutuskan agar BUMN strategis ini fokus ke industri alutsista dan non alutsista yang memiliki potensi pasar yang tinggi. Pindad, kata Silmy, sedang mengembangkan purwarupa eskavator atau alat berat, yang biasa dipakai di area pertambangan hingga proyek konstruksi.
Kebutuhan alat berat saat ini masih dipasok dari produk-produk impor. Rencananya Pindad akan meluncurkan purwarupa alat berat buatan Indonesia pada akhir 2015.
"Kita juga daerah tambang. Apalagi sebelumnya kita masih impor," jelasnya.
(feb/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes