Tapi, menurut Managing Director PT Garansindo Inter Global, Dhani M Yahya, harga yang relatif lebih murah itu bukanlah sebuah penurunan spesifikasi dari negara asalnya. Harga yang murah ini hadir karena sebuah upaya investasi Garansindo untuk brand Fiat.
"Enggak ada downgrade. Ini spesifikasi Indonesia yang memberikan image city car premium," tegas Dhani di sela acara Fiat Stylish Getaway di Bandung, Selasa (27/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhani meyakini, harga murah itu merupakan sebuah investasi untuk brand Fiat di Indonesia. Bahkan, upaya ini didukung oleh kantor pusat Fiat.
"Ini ada pilihan untuk APM (Agen Pemegang Merek). Saat ini kita investasi untuk brand dulu untuk long term. Kita di-support juga oleh headquarter," kata Dhani.
"Jadi sekarang pilhan dari APM untuk berinvestasi untuk menanam image this is the good product. Mobil premium fitur keamananya yang punya penilaian bintang yang tinggi. Saya yakin bahwa this is the time bahwa orang Indonesia bisa nerima," tambahnya.
Dengan begitu, secara bertahap harga Fiat pastinya akan naik. Sebab, tiap pabrikan pun pasti menaikkan harga mobilnya setiap tahun dengan segala pertimbangan.
"Kita investasi di brand itu enggak mudah. Ada short, mid, long term. Kita review setahun dulu, kita pelan-pelan. Indonesia kan dinamis, kita stakeholdernya banyak, makro ekonomi, kurs dolar. Masalah kenaikkan ada beberapa pertimbangan seperti masalah kurs, makro ekonomi. Tapi kita kan punya timeline. Biasanya kan tiap tahun semua APM juga akan melakukan kenaikan," ujarnya.
Namun, seberapa lama proses investasi itu berlangung, Dhani masih belum bisa menjawabnya. Sebab, pihaknya masih harus melakukan evaluasi.
"Saya masih belum tahu ke depannya. Saya masih ada sales measure. Artinya kita akan melakukan strategi katakanlah mempermudah konsumen dari segi finansial," bebernya
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk