Fiat 500 Masih Diimpor, Tapi Harganya Relatif Murah

Fiat 500 Masih Diimpor, Tapi Harganya Relatif Murah

- detikOto
Rabu, 28 Jan 2015 08:08 WIB
Fiat 500 Masih Diimpor, Tapi Harganya Relatif Murah
Bandung - Mobil mungil Fiat 500 memang masih diimpor langsung oleh PT Garansindo Inter Global dari negeri asalnya Italia ke Indonesia. Tapi, dengan segala fitur-fitur yag cukup mumpuni, harga Fiat 500 ini justru relatif lebih murah dan dapat bersaing dengan model-model premium city car.

Tapi, menurut Managing Director PT Garansindo Inter Global, Dhani M Yahya, harga yang relatif lebih murah itu bukanlah sebuah penurunan spesifikasi dari negara asalnya. Harga yang murah ini hadir karena sebuah upaya investasi Garansindo untuk brand Fiat.

"Enggak ada downgrade. Ini spesifikasi Indonesia yang memberikan image city car premium," tegas Dhani di sela acara Fiat Stylish Getaway di Bandung, Selasa (27/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga Fiat 500 di Indonesia mulai dari Rp 300 jutaan. Untuk tipe Pop dibanderol Rp 315 juta, tipe Sport dan Lounge Rp 365 juta serta tipe Cabrio Rp 390 juta. Harga tersebut masih off the road.

Dhani meyakini, harga murah itu merupakan sebuah investasi untuk brand Fiat di Indonesia. Bahkan, upaya ini didukung oleh kantor pusat Fiat.

"Ini ada pilihan untuk APM (Agen Pemegang Merek). Saat ini kita investasi untuk brand dulu untuk long term. Kita di-support juga oleh headquarter," kata Dhani.

"Jadi sekarang pilhan dari APM untuk berinvestasi untuk menanam image this is the good product. Mobil premium fitur keamananya yang punya penilaian bintang yang tinggi. Saya yakin bahwa this is the time bahwa orang Indonesia bisa nerima," tambahnya.

Dengan begitu, secara bertahap harga Fiat pastinya akan naik. Sebab, tiap pabrikan pun pasti menaikkan harga mobilnya setiap tahun dengan segala pertimbangan.

"Kita investasi di brand itu enggak mudah. Ada short, mid, long term. Kita review setahun dulu, kita pelan-pelan. Indonesia kan dinamis, kita stakeholdernya banyak, makro ekonomi, kurs dolar. Masalah kenaikkan ada beberapa pertimbangan seperti masalah kurs, makro ekonomi. Tapi kita kan punya timeline. Biasanya kan tiap tahun semua APM juga akan melakukan kenaikan," ujarnya.

Namun, seberapa lama proses investasi itu berlangung, Dhani masih belum bisa menjawabnya. Sebab, pihaknya masih harus melakukan evaluasi.

"Saya masih belum tahu ke depannya. Saya masih ada sales measure. Artinya kita akan melakukan strategi katakanlah mempermudah konsumen dari segi finansial," bebernya

(rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads