Seperti yang disampaikan Wakil Presiden PT Toyota-Astra Motor Suparno Djasmin di Jakarta.
"Pasar otomotif Indonesia 2013 dan 2014 minus 2 persen baik whole sales dan retail. Dan ini sudah didukung mobil lcgc 150 ribu, kalau tidak ada LCGC pasar akan turun 15 persen," kata Suparno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana dengan perkembangan dunia otomotif di 2015? "Penjualan domestik market Indonesia di 2015, kami melihatnya akan sama seperti tahun 2014, walaupun kita meyakini hal-hal positif," ujarnya.
"Seperti ditariknya subsidi BBM, ini bisa menambah infrastruktur meski baru terlihat 18 bulan kemudian. Dan walaupun memberikan efek pada industri lain, kalau melihat bahan bakar turun (harga) ada kemungkinan industri otomotif bisa lebih murah, listrik produksi juga akan lebih murah," katanya.
Namun dirinya kembali memastikan harga BBM yang turun, belum tentu akan berdampak positif atau negatif secara keseluruhan untuk dunia otomotif.
"Kami belum lihat tahun ini akan positif atau negatif. Begitu juga dengan Toyota, makanya kami menargetkan penjualan di 2015 mencapai 400 ribu unit minimum, mudah-mudahan bisa lebih," ujarnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?