"Tahun 2014, tanpa diduga ada yang naik, dan ada yang sedang. Dan di 2014 TMMIN sudah melakukan berbagai hal, seperti kami memiliki punya pabrik engine baru di Februari 2014, meningkatkan eksport di Maret, memproduksi lokal Yaris,β ujar Director Corporate and External Affairs Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Made Dana Tangkas di Jakarta, Senin (19/1/2015).
Toyota kemudian melanjutkannya dengan pada bulan Juni yakni mengekspor Toyota Avanza, mengirim 1.000 kontainer suku cadang, ekspor Vios pada bulan Agustus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah mobil yang diproduksi Toyota pun kian meningkat. Pada 2012, mencapai 435 ribu unit, di 2013 mencapai 486 ribu unit, dan di 2014 mencapai 530 ribu unit. βProduksi meningkat karena eksport meningkat 30 persen," katanya.
Secara kumulatif, TMMIN sudah mengekspor mobil secara CBU 701.301 unit (1987-2014), ekspor kendaraan CKD 735.560 (1987-2014), ekspor engine 1.197.954 (1987-2014), dan komponen mencapai 515.285.691 parts.
Dengan demikian nilai ekspor Toyota sudah mencapai US$ 13 juta. "Secara kumulatif nilai eksport CBU, CKD dan komponen mencapai USD 13 jutaan, atau di 2014 mengalami peningkatan mencapai USD 2 jutaan," ujar Made.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik