Keamanan pemakaian BBG itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang berniat untuk mengubah kebiasaan masyarakat untuk menggunakan BBG. Untuk itu, keamanan penggunaan BBG jenis CNG harus terus disosialisasikan.
"Jadi kalau kita pada saat sekarang baru pengenalan kepada masyarakat, aspek yang diangkat adalah bahwasanya gas itu aman," kata Staf Ahli Gaikindo Budi Prasetyo Susilo di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko meledak biasanya dikaitkan dengan maintenance. Bukan teknologinya," kata Budi.
"Sekarang pertanyaannya, bagaimana aspek keselamatan ini bisa diminati masyarakat. Kalau dikaitkan dengan accident, itu harus diinvestigasi, apakah penggunaan gas itu penyebabnya, saya enggak yakin kecelakaan itu akibat gas. Tapi kalau maintenance itu saya kira ke arah situ," lanjut Budi.
Jadi, Budi menyimpulkan, keamanan penggunaan BBG itu ada dua aspek. Pertama dari teknologi penggunaan gasnya sendiri, kedua dari perawatan kendaraannya. Namun, untuk aspek produk gasnya, keamanan sudah pasti dianalisis oleh produsen.
"Safe saya katakan itu cuma dua. Kalau dari teknologinya itu kompleks, tinggal maintenance. Karena itu paket," imbuhnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk