Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/1/2015) Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika, Honda akan membayar denda sebesar itu dalam dua kali pembayaran.
"Jumlah denda yang dibayarkan itu merupakan yang terbesar dari nilai denda yang pernah dibayarkan oleh pabrikan atas investigasi NHTSA," tulis Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Honda juga dinilai terlambat melaporkan klaim dan keluhan pemilik mobil terkait dengan airbag yang mengembang tak wajar dan meledak.
"Satu hal yang tidak bisa kami mentolerir dan kami tidak akan mentolerir adalah produsen mobil tidak melaporkan kepada kami masalah keamanan," tutur Menteri Transportasi, Anthony Foxx.
Soalnya, kata Foxx, dengan tak diketahuinya infornasi tentang kondisi keamanan dan masalah di mobil maka pihaknya juga tidak bisa memerintahkan penarikan mobil yang bermasalah tersebut. Walhasil upaya untuk melindungi masyarakat pun gagal diwujudkan.
Sementara itu, Executive Vice President Honda Amerika Utara, Rick Schostek, mengatakan, keterlmabatan itu bukanlah karena unsur kesengajaan. Soalnya, Honda menghadapi masalah data entry dan pemograman pada komputernya.
Dia menyebut pihaknya telah melakukan pembenahan atas masalah tersebut. Sehingga, lanjutnya, ke depan masalah pelaporan dan peringatan dini itu tidak terjadi lagi.
(arf/ady)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan