Seperti dilansir Reuters, Rabu (31/12/2014), salah seorang eksekutif Toyota di Negeri Tirai Bambu mengatakan, pada tahun ini Toyota dan dua mitra lokalnya tak mencapai target penjualan. Sementara pada 2015, penjualan diperkirakan hanya 1 juta lebih sedikit.
Sedangkan peneliti IHS Automotive memperkirakan penjualan di Tiongkok pada 2014 hanya sebanyak 1,09 juta unit. Adapun penjualan tahun depan tak lebih dari 1,15 juta unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, meningkatnya jumlah mobil mewah asal Jerman yang digelontorkan di Tiongkok dengan harga yang terjangkau dibanding mobil-mobil sekelas besutan Toyota.
Namun, eksekutif Toyota menyebut pihaknya memiliki filofosi hanya memproduksi dan menjual sebanyak yang diinginkan pasar. "Tidak lebih dari itu. Kami mencoba untuk menghindari perang harga sejuah yang kami bisa," tuturnya.
Pabrikan asal Jepang itu mulai mematok target penjualan 1 juta unit di Tiongkok sejak 2010 lalu. Namun, penjualan baru akan menyentuh 1 juta untit, yakni sebanyak 917.500 unit pada 2013 lalu.
Namun, karena perlambatan ekonomi Tiongkok yang menyentuh angka paling rendah dalam kurun waktu 24 tahun terakhir, Toyota pun merevisi rencana penjualannya secara bertahap sejak kuartal tiga lalu. Proyeksi 2014 penjualan untuk merek mewah Lexus, misalnya, kini sekitar 75.000 unit.
Padahal, sebelumnya Toyota mematok target bisa melego 85.000 unit. Sedangkan laporan penjualan 2014 pada 6 Januari 2015.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan